Mahasiswa Fast Track MPBI UAD, Ikhsan Maulana Sukses laksanakan Seminar Proposal Tesis
Yogyakarta – Program Fast Track Magister Pendidikan Bahasa Inggris (MPBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali mencatatkan pencapaian membanggakan. Ikhsan Maulana (NIM 2542042021), mahasiswa asal Sukabumi, menjadi mahasiswa Fast Track pertama pada angkatannya yang berhasil melaksanakan Seminar Proposal tesis pada Senin, 13 Juli 2026. Capaian ini menjadi bukti bahwa komitmen, disiplin, dan manajemen waktu yang baik mampu mengantarkan mahasiswa menyelesaikan tahapan akademik lebih awal tanpa mengesampingkan kualitas penelitian.
Perjalanan akademiknya dimulai ketika menempuh studi S1 di Universitas Ahmad Dahlan. Memasuki semester tujuh, ia memutuskan mengikuti Program Fast Track MPBI UAD sebagai langkah untuk memperdalam keilmuan sekaligus mempersiapkan diri menjadi lulusan yang mampu berkontribusi dalam bidang pendidikan dan bahasa Inggris.
“Pada saat masih kuliah S1, saya sudah mulai mengikuti perkuliahan S2. Tantangan terbesarnya adalah mengatur manajemen waktu antara menyelesaikan skripsi dan memenuhi berbagai tugas perkuliahan magister secara bersamaan,” ungkap Ikhsan.
Komitmennya terhadap dunia akademik tercermin melalui penelitian yang diangkat dalam seminar proposal berjudul Graduate Students’ Use and Perceptions of AI Tools in Academic Writing. Penelitian tersebut mengkaji bagaimana mahasiswa pascasarjana memanfaatkan berbagai perangkat berbasis Artificial Intelligence (AI), seperti ChatGPT, Grammarly, dan QuillBot, dalam proses penulisan akademik.
Menurut Ikhsan, perkembangan AI telah membawa perubahan besar terhadap cara mahasiswa menyelesaikan tugas akademik. Penggunaan AI tidak hanya membantu dalam mencari ide, memperbaiki tata bahasa, dan melakukan parafrase, tetapi juga memunculkan tantangan baru terkait etika akademik dan potensi ketergantungan terhadap teknologi.
“Saya ingin mengetahui bagaimana persepsi mahasiswa pascasarjana terhadap penggunaan AI, tidak hanya dari sisi manfaatnya, tetapi juga tantangan serta isu etika yang menyertainya. Selain itu, penelitian yang secara khusus membahas persepsi mahasiswa pascasarjana mengenai penggunaan berbagai AI tools dalam academic writing masih relatif terbatas, sehingga saya melihat adanya peluang untuk memberikan kontribusi ilmiah,” jelasnya.
Dalam proses penyusunan proposal, Ikhsan mengaku menghadapi tantangan dalam menemukan research gap yang benar-benar memiliki kebaruan. Banyaknya penelitian mengenai AI di bidang pendidikan membuatnya harus menelaah berbagai jurnal internasional terbaru agar dapat menentukan fokus penelitian yang relevan dan memiliki nilai kontribusi.
Selain menentukan kebaruan penelitian, ia juga harus menyusun landasan teori yang kuat, memilih penelitian terdahulu yang relevan, serta merancang metodologi penelitian kualitatif yang mampu menggali pengalaman partisipan secara mendalam melalui wawancara dan reflective journal. Berbagai tantangan tersebut diatasi melalui diskusi rutin bersama dosen pembimbing serta proses revisi yang berkelanjutan.
Di tengah padatnya aktivitas sebagai mahasiswa S1 sekaligus S2, Ikhsan menerapkan manajemen waktu yang disiplin. Ia menyusun jadwal berdasarkan prioritas, menyelesaikan tugas lebih awal, menetapkan target mingguan, serta menjaga komunikasi dengan dosen apabila terdapat jadwal yang saling berdekatan.
“Bagi saya, Program Fast Track bukan sekadar menyelesaikan studi lebih cepat, tetapi juga belajar mengelola waktu, meningkatkan disiplin, dan membangun tanggung jawab sebagai mahasiswa,” tuturnya.
Ikhsan juga mengapresiasi dukungan yang diberikan dosen pembimbing dan lingkungan akademik MPBI UAD. Menurutnya, bimbingan yang intensif membantu mempertajam rumusan masalah, menentukan metode penelitian, hingga memilih referensi yang tepat. Sementara itu, diskusi bersama dosen dan mahasiswa magister memberikan perspektif baru mengenai perkembangan riset di bidang pendidikan bahasa Inggris.
Ia menilai keunggulan utama Program Fast Track MPBI UAD terletak pada kesempatan untuk memulai studi magister lebih awal sehingga mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan penelitian, dan wawasan akademik sejak masih berada di jenjang sarjana.
Setelah seminar proposal, Ikhsan menargetkan segera menyelesaikan revisi berdasarkan masukan dosen penguji dan pembimbing sebelum melanjutkan proses pengumpulan data melalui wawancara dan reflective journal. Ia berharap hasil penelitiannya tidak hanya menjadi syarat penyelesaian tesis, tetapi juga dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pemanfaatan AI yang efektif, bertanggung jawab, dan sesuai dengan etika akademik di perguruan tinggi. Bahkan, ia menargetkan agar penelitian tersebut dapat dipublikasikan dalam jurnal ilmiah maupun dipresentasikan pada seminar akademik.
Bagi mahasiswa S1 yang tertarik mengikuti Program Fast Track MPBI UAD, Ikhsan berpesan agar tidak ragu mengambil kesempatan tersebut. Menurutnya, tantangan yang dihadapi akan sebanding dengan pengalaman dan kompetensi yang diperoleh.
Ikhsan Maulana, Mahasiswa Fast Track MPBI UAD periode 2025
“Program ini memberikan kesempatan untuk belajar di tingkat magister lebih awal, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, memperkuat keterampilan penelitian, serta memperluas wawasan akademik. Kuncinya adalah memiliki komitmen, disiplin mengatur waktu, dan tidak ragu berdiskusi dengan dosen maupun teman ketika menghadapi kesulitan,” pesannya.
Menutup kisahnya, Ikhsan mengungkapkan bahwa salah satu pengalaman paling berkesan selama mengikuti Program Fast Track adalah proses beradaptasi dengan atmosfer akademik magister yang menuntut mahasiswa lebih mandiri, kritis, dan aktif berdiskusi. Baginya, setiap proses revisi proposal dan diskusi akademik menjadi pembelajaran berharga yang membentuk pola pikir serta kesiapan menjadi seorang peneliti.
Program Fast Track MPBI UAD pun menjadi bukti bahwa percepatan studi tidak hanya memberikan efisiensi waktu, tetapi juga menghadirkan pengalaman akademik yang mendalam bagi mahasiswa yang memiliki komitmen untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam dunia pendidikan.
Info lebih lengkap program Fast Track Klik disini

