Dosen Magister PBI UAD Perkuat Kompetensi Guru SD melalui Seminar TEYL KKG Banguntapan
Banguntapan, 8 April 2026 — Kelompok Kerja Guru (KKG) Bahasa Inggris Sekolah Dasar se-Kapanewon Banguntapan sukses menyelenggarakan kegiatan Seminar Teaching English for Young Learners (TEYL) dengan tema “Prinsip dan Teknik Pengajaran Bahasa Inggris untuk Murid Sekolah Dasar”. Kegiatan ini dilaksanakan di SD IT Lukman Al Hakim Internasional pada hari Rabu, 8 April 2026 pukul 13.00–15.00 WIB.
Seminar ini menghadirkan narasumber Dr. Iin Inawati, M.Pd., dosen Magister Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Ahmad Dahlan, yang memberikan pemaparan terkait konsep-konsep penting dalam pengajaran bahasa Inggris bagi anak usia sekolah dasar.Sebanyak 15 guru dari 15 sekolah dasar di wilayah Kapanewon Banguntapan turut hadir dalam kegiatan ini. Pertemuan ini menjadi agenda perdana KKG Bahasa Inggris, yang diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan kompetensi guru dalam mengajar bahasa Inggris secara efektif dan sesuai dengan karakteristik anak.
Dalam pemaparannya, Dr. Iin Inawati menekankan pentingnya pemahaman terhadap konsep Zone of Proximal Development (ZPD) dan scaffolding dalam proses pembelajaran. Guru diharapkan mampu berperan aktif dalam memberikan dukungan yang tepat agar perkembangan kemampuan siswa dapat dimaksimalkan dan menghasilkan pembelajaran yang optimal.
“Guru perlu hadir sebagai fasilitator yang memberikan bantuan secara bertahap. Dengan memahami ZPD dan menerapkan scaffolding, anak dapat belajar secara lebih maksimal sesuai dengan tahap perkembangannya,” jelas Dr. Iin Inawati.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pengajaran bahasa Inggris untuk anak usia sekolah dasar tidak harus berfokus pada penjelasan tata bahasa (grammar) secara langsung.
“Anak-anak tidak belajar bahasa dengan cara yang sama seperti orang dewasa. Mereka belajar melalui pengalaman yang menyenangkan. Oleh karena itu, guru dapat menggunakan teknik seperti lagu, cerita, gerakan (TPR), dan bermain peran agar pembelajaran lebih bermakna,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua KKG Bahasa Inggris Kapanewon Banguntapan, Ranu Wijaya, M.B.A., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi pengingat penting bagi para guru untuk memahami karakteristik siswa sebagai anak-anak, bukan sebagai pembelajar dewasa.
“Guru perlu memahami bahwa anak memiliki cara belajar yang berbeda. Pendekatan yang digunakan harus disesuaikan agar pembelajaran lebih efektif dan tidak membebani siswa,” tuturnya.
“Kegiatan ini menjadi langkah awal yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas pengajaran bahasa Inggris di sekolah dasar, sekaligus mempererat kolaborasi antar guru,” imbuhnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para guru dapat menerapkan prinsip dan teknik yang tepat dalam pembelajaran bahasa Inggris, sehingga mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, efektif, dan bermakna bagi siswa.




