Dua Mahasiswa Fast Track MPBI UAD Berhasil Tuntaskan Sidang Tesis, Angkat Inovasi AI dalam Pembelajaran Bahasa Inggris
Yogyakarta – Program Fast Track Magister Pendidikan Bahasa Inggris (MPBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali mencatatkan capaian membanggakan. Dua mahasiswa Fast Track, Dinda Nur Aida (NIM 2100004032) asal Banjar Patroman, Jawa Barat, dan Azzam Firdausi Irawan (NIM 2442042015) asal Ngawi, Jawa Timur, berhasil menyelesaikan sidang tesis sebagai bagian dari perjalanan akademik mereka di jenjang magister.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa Program Fast Track MPBI UAD mampu memfasilitasi mahasiswa berprestasi untuk menempuh pendidikan sarjana dan magister secara bersamaan dengan tetap menjaga kualitas akademik.
Bagi Dinda, mengikuti Program Fast Track merupakan langkah strategis untuk mengembangkan kompetensi akademik lebih awal sekaligus mempercepat studi menuju jenjang magister. Sementara itu, Azzam memandang program tersebut sebagai kesempatan emas untuk mewujudkan cita-citanya menjadi dosen bahasa Inggris.
“Mimpi saya menjadi dosen. Fast Track ini menjadi salah satu kesempatan emas bagi saya untuk melanjutkan perjalanan menuju cita-cita tersebut,” ungkap Azzam.
Menyeimbangkan Dua Jenjang Pendidikan
Menjalani perkuliahan S1 dan S2 secara bersamaan tentu bukan perkara mudah. Keduanya mengakui bahwa tantangan terbesar terletak pada pengelolaan waktu di tengah padatnya jadwal kuliah, tugas, penelitian, hingga penyusunan skripsi dan tesis.
Dinda memilih mengatur aktivitas melalui jadwal yang terstruktur, menentukan prioritas, serta menjaga konsistensi dalam menyelesaikan setiap tanggung jawab secara bertahap.
Hal senada disampaikan Azzam. Menurutnya, kemampuan time management dan adaptability menjadi modal utama selama mengikuti Program Fast Track.
“Saya menggunakan skala prioritas. Kerjakan yang paling penting terlebih dahulu. Di tengah jadwal yang padat, kami justru belajar beradaptasi dengan berbagai tuntutan akademik,” ujarnya.
Meneliti Inovasi Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Teknologi
Menariknya, kedua mahasiswa mengangkat tema yang sama-sama berfokus pada pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran bahasa Inggris.
Dinda meneliti persepsi guru terhadap penggunaan Artificial Intelligence (AI) dan corpus sebagai media pembelajaran inovatif di kelas EFL. Penelitiannya mengeksplorasi manfaat, tantangan, serta pengalaman guru dalam mengintegrasikan kedua teknologi tersebut ke dalam proses pembelajaran.
Ia berharap hasil penelitiannya dapat menjadi referensi bagi para pendidik dalam memanfaatkan teknologi secara lebih efektif untuk mendukung pembelajaran bahasa Inggris.
Sementara itu, Azzam mengangkat tesis berjudul “Exploring Students’ Perspectives on AI-Corpus Integration in EFL Classrooms: A Technology Acceptance Model Perspective.” Penelitian tersebut mengkaji perspektif siswa SMP terhadap integrasi AI dan corpus dalam pembelajaran bahasa Inggris, sebuah topik yang menurutnya masih jarang diteliti karena sebagian besar penelitian sebelumnya berfokus pada siswa SMA maupun mahasiswa.
Sidang Tesis Bukan Akhir Perjalanan
Usai menyelesaikan sidang tesis, keduanya merasakan kelegaan sekaligus rasa syukur atas perjuangan yang telah dilalui. Bagi Dinda, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras, ketekunan, dan doa mampu mengantarkan pada hasil terbaik.
Dinda Nur Aida, Mahasiswa Fast Track periode 2024
“Sidang tesis bukanlah akhir perjalanan, tetapi awal untuk terus belajar dan mengembangkan diri,” tuturnya.
Sementara itu, Azzam mengaku baru sempat berlatih presentasi secara intensif dua hari sebelum sidang karena harus membagi fokus dengan berbagai tanggung jawab lainnya. Meski demikian, ia berhasil melewati sidang dengan revisi minor.
Azzam Firdausi Irawan, Mahasiswa Fast Track Periode 2024
“Sidang ini hanya langkah awal. Setelah ini, tantangan kehidupan akan semakin serius,” ungkapnya.
Dukungan Dosen Menjadi Kunci Keberhasilan
Keberhasilan keduanya tidak lepas dari dukungan dosen pembimbing serta lingkungan akademik MPBI UAD.
Dinda menyampaikan bahwa arahan, motivasi, dan masukan dari dosen pembimbing sangat membantu selama proses penyusunan tesis hingga penyelesaian studi.
Azzam secara khusus menyampaikan apresiasi kepada dosen pembimbingnya, Dr. Ikmi Nur Oktavianti, yang senantiasa memberikan bimbingan, masukan, dan umpan balik yang konstruktif. Ia juga mengapresiasi Dr. Fauzia atas berbagai revisi yang sangat membantu saat menghadapi sidang tesis.
Selain itu, ia menilai berbagai program akademik yang diselenggarakan MPBI UAD, seperti Thesis Camp dan sesi unggah artikel ilmiah bersama, menjadi dukungan nyata bagi mahasiswa dalam menyelesaikan tesis sekaligus meningkatkan kesiapan sebagai mahasiswa magister.
Menjadi Bekal untuk Karier di Masa Depan
Melalui Program Fast Track, Dinda merasa memperoleh banyak pengalaman berharga, mulai dari penguatan kemampuan manajemen waktu, berpikir kritis, hingga pengalaman melakukan penelitian yang relevan dengan perkembangan teknologi pendidikan. Setelah menyelesaikan studi, ia berencana terus mengembangkan karier sebagai pendidik di bidang pendidikan bahasa Inggris.
Di sisi lain, Azzam berencana memasuki dunia kerja terlebih dahulu sembari terus mempersiapkan langkah menuju cita-citanya sebagai dosen.
Keduanya pun memberikan motivasi kepada mahasiswa yang tertarik mengikuti Program Fast Track MPBI UAD. Dinda mengajak mahasiswa untuk tidak takut menghadapi tantangan serta tetap konsisten dan aktif berkonsultasi dengan dosen. Sementara itu, Azzam mengingatkan bahwa setiap jenjang pendidikan selalu menghadirkan tantangan baru yang justru menjadi bagian dari proses pendewasaan.
“Tidak perlu takut. Kita takut karena belum tahu. Ketika sudah terjun, hidup berjalan seperti biasa, hanya bertambah tantangan. Hadapi saja, karena semakin tinggi levelnya, semakin besar pula kesempatan kita untuk berkembang,” pungkasnya.
Daftar MPBI UAD Klik disini


