Guru Asal Kepulauan Meranti Raih Beasiswa LPDP dan Lanjut Studi di MPBI UAD
Yogyakarta – Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris (MPBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyambut mahasiswa berprestasi. Salah satunya adalah Henggi Melja, guru Bahasa Inggris asal Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, yang berhasil meraih Beasiswa LPDP Magister Dalam Negeri Daerah Afirmasi untuk melanjutkan studi di MPBI UAD.
Henggi saat ini mengajar di SD Negeri 3 Selatpanjang Timur sekaligus menjadi pendiri Extraordinary Learning Community (ELC), sebuah komunitas yang menyediakan pembelajaran Bahasa Inggris secara gratis bagi anak-anak dan masyarakat di Kepulauan Meranti. Sebelum melanjutkan studi di MPBI UAD, ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Riau dengan predikat cumlaude. Ia juga merupakan alumni Microcredential Scholarship Innovative Pedagogy for Teaching English (IPTE) 2024 yang diselenggarakan oleh The Ohio State University bekerja sama dengan Direktorat Guru Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Keputusan Henggi melanjutkan studi magister tidak terlepas dari pengalaman hidupnya sebagai anak yang tumbuh di wilayah kepulauan dengan keterbatasan akses pendidikan. Ia mengaku pernah mengalami sulitnya memperoleh fasilitas belajar Bahasa Inggris sehingga harus belajar secara mandiri. Pengalaman tersebut menjadi motivasi kuat untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi pemerataan kualitas pendidikan.
“Bagi saya, studi magister bukan sekadar memperoleh gelar akademik, tetapi merupakan ikhtiar untuk menghadirkan solusi nyata bagi pemerataan kualitas pendidikan,” ungkap Henggi.
Menurutnya, MPBI UAD menjadi pilihan yang tepat karena memiliki kurikulum yang relevan dengan visi yang ingin diwujudkannya, yakni membangun pendidikan Bahasa Inggris yang inklusif dan berkualitas di daerah kepulauan. Keunggulan MPBI UAD pada bidang English Language Teaching (ELT), Linguistics & ELT, Literature & ELT, serta Educational Technology & ELT dinilai sejalan dengan kebutuhan pengembangan Extraordinary Learning Community agar semakin berdampak bagi masyarakat.
Selain itu, mata kuliah seperti Instructional Technology in ELT, Language Curriculum and Materials Development, Professional Development for English Language Educators, Research Trends in ELT, hingga Edupreneurship diyakininya mampu mendukung pengembangan inovasi pembelajaran yang adaptif dan berkelanjutan.
Keberhasilan meraih Beasiswa LPDP juga menjadi perjalanan penuh makna bagi Henggi. Ia mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut diraih setelah melalui proses panjang, termasuk pengalaman gagal pada seleksi sebelumnya. Baginya, kegagalan bukanlah akhir, melainkan bagian dari proses untuk terus belajar dan memperbaiki diri.
“Ketika akhirnya dinyatakan lolos sebagai Awardee LPDP Daerah Afirmasi, saya merasa bahwa setiap proses, perjuangan, dan kegagalan sebelumnya memiliki makna. Kelulusan ini bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi harapan baru bagi keluarga, sekolah, masyarakat, dan anak-anak di Kepulauan Meranti,” ujarnya.
Henggi berkomitmen untuk mendalami bidang English Language Teaching yang terintegrasi dengan teknologi pendidikan, pengembangan kurikulum, serta pengembangan profesional guru selama menempuh studi di MPBI UAD. Ia berharap dapat menghasilkan inovasi pembelajaran Bahasa Inggris yang tetap efektif diterapkan di daerah dengan keterbatasan infrastruktur, sekaligus memperkuat penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Ke depan, Henggi memiliki cita-cita besar untuk kembali mengabdi di daerah asalnya. Ia berencana mengembangkan Extraordinary Learning Community menjadi pusat pembelajaran Bahasa Inggris yang inklusif dan berkelanjutan, menyelenggarakan pelatihan bagi guru, mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi yang dapat digunakan secara luring, serta memperluas akses belajar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Lebih jauh, ia berharap dapat mewujudkan “Kampung Inggris Kepulauan Meranti”, sebuah pusat pembelajaran yang mampu membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda daerah untuk menguasai Bahasa Inggris, melanjutkan pendidikan, memperoleh beasiswa, dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Henggi Melja, awardee Beasiswa LPDP Magister Pendidikan Bahasa Inggris UAD
Henggi juga membagikan pesan inspiratif bagi para calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi dan meraih beasiswa.
“Jangan pernah merasa bahwa asal daerah atau keterbatasan ekonomi menjadi penghalang untuk bermimpi besar. Tetap percaya pada proses, terus belajar, dan jangan takut memulai dari keterbatasan. Setiap orang, dari daerah mana pun, memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi bagi Indonesia.”
Kisah Henggi Melja menjadi bukti bahwa semangat belajar, rekam jejak kontribusi, serta komitmen untuk kembali mengabdi kepada masyarakat dapat membuka jalan menuju kesempatan yang lebih besar. Kehadirannya sebagai mahasiswa baru sekaligus awardee LPDP di MPBI UAD diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pendidik muda untuk terus berkarya dan menghadirkan inovasi bagi kemajuan pendidikan Indonesia.
Info lebih lanjut tentang beasiswa MPBI UAD klik disini
Mari bergabung di MPBI UAD. Pendaftaran mahasiswa baru jalur reguler dan RPL masih dibuka!


