Mahasiswa MPBI Lolos Simposium Hari Penegakan Kedaulatan Negara 2026
Yogyakarta — Komitmen terhadap pelestarian budaya lokal mengantarkan mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Asep Dhani Gandani, lolos seleksi abstrak dalam Simposium Peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara Tahun 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta ini mengusung tema “Intelektual Muda dan Pemecahan Masalah Kedaulatan” dan diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang sedang menempuh studi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Dalam forum akademik tersebut, Asep mengangkat riset berbasis budaya dengan fokus pada pencak silat khas Ciamis yang dikenal sebagai Maenpo atau Maenpo Urat. Penelitian ini dilaksanakan di Padepokan Mahempo Sekar Kamulyan, Kabupaten Ciamis, yang juga menjadi tempat ia mengajar dan berinteraksi langsung dengan para murid. Ia menilai bahwa pencak silat tidak hanya berfungsi sebagai seni bela diri, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter generasi muda.

“Topik utamanya adalah untuk mewariskan karakter mulia pada murid pencak silat atau Maenpo Urat di Kabupaten Ciamis agar bisa menjadi sebuah aspek kedaulatan nasional,” ujarnya. Menurut Asep, nilai disiplin, tanggung jawab, dan integritas yang diajarkan dalam latihan menjadi fondasi penting dalam memperkuat identitas kebangsaan.
Ia juga menyampaikan bahwa dukungan dari lingkungan sekolah dan padepokan sangat berpengaruh terhadap kelancaran riset yang dijalankannya. Setelah dinyatakan lolos seleksi, Asep mengikuti pelatihan selama dua hari, Selasa–Rabu, 10–11 Februari 2026. Materi yang diberikan meliputi public speaking, penulisan dan metodologi riset, serta ekonomi kebudayaan. Peserta turut mengikuti kunjungan edukatif ke Museum Sonobudoyo untuk memperkaya wawasan sejarah dan budaya. Keikutsertaannya menjadi representasi kontribusi mahasiswa UAD dalam mengintegrasikan akademik dan pelestarian budaya sebagai bagian dari penguatan kedaulatan bangsa.


